Sisi lain yang Menarik tentang Budaya yang ada di Jepang
Selama tim BKK dan kepala sekolah berkunjung ke Negeri Sakura beberapa waktu yang lalu, ditemui beberapa hal dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua.
- Kegiatan sehari-hari dengan berjalan kaki. Aktivitas warga jepang sebagian besar dengan berjalan kaki, baik yang akan bekerja maupun yang akan sekolah. anak-anak sekolah baik dari TK sampai SMA sebagian dengan jalan kaki, sempat kami tanyakan kenapa anak-anak tidak dianter ke sekolah?, jawaban menarik anak-anak lebih nyaman ketika berangkat bareng teman-temannya. Terkadang mereka akan bertanya apa Sakit koq harus dianter orang tuanya. Artinya kemandirian sudah dibangun sejak dini.

- Menyeberang dengan sangat tertib. Beberapa penyeberangan menggunakan traffic light. Semua tertib akan menunggu sebelum lampu pejalan kaki belum berubah hijau. Setelah lampu hijau berkedip, pertanda akan segera berubah menjadi merah, maka semua akan terhenti. Artinya disiplin sudah menjadi budaya yang ketika akan dilanggar akan sangat tidak baik.

- Lingkungan yang bersih dan tertata. Dimanapun kita berada, kesan yang dapat kita tangkap adalah lingkungan yang bersih dan tidak ditemukan sampah. Di bandara kita jarang menemukan petugas kebersihan, akan tetapi kondisi kamar mandi yang bersih dan berbasis digital. Kami juga tidak menemukan jalan beraspal yang ditambal. Semua mulus dan aspal dapat menyerap air hujan. Selokan / sanitasi air bawah jalan berjalan lancer dan tidak berbau. Lingkungan pasar juga bersih. Pernah kita jumpai ada warga yang melakukan ibadah sholat dibelakang mobil yang sedang parkir.


- Pengambilan sampah yang terjadwal dan dipilah-pilah. Pengelolaan sampah sudah terjadwal selama satu tahun. Pemilahan sampah pun sudah sangat jelas dengan disertai gambar-gambar yang jelas. Pengambilan sampah dilaksanakan sebelum jam 8 dengan mobil yang bersih tidak menggambarkan itu mobil sampah yang kalua di tempat kita identic dengan kotor, bau dan tidak terawat.

- Kursi Prioritas di Ketera Api tidak sembarangan ditempati. Setiap gerbong ketera terdapat beberapa yang diberi label tempat duduk prioritas. Anak-anak muda rela berdiri disamping kursi daripada duduk di kursi tersebut.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SMKN 2 Wonosari Perkuat Sinergi dengan Dunia Industri Melalui Penandatanganan MoU Bersama APINDO Gunungkidul
Wonosari — SMK Negeri 2 Wonosari kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan vokasi dan memperluas jejang penyerapan lulusan. Pada hari Rabu, 9 September
SMKN 2 Wonosari Gelar Rapat Pengimbasan Penguatan SIMPEN
SMK Negeri 2 Wonosari menggelar Rapat Pengimbasan Penguatan SIMPEN sebagai langkah strategis dalam mengakselerasi tata kelola sekolah berbasis digital dan meningkatkan mutu layanan pend
SMKN 2 Wonosari Gelar Rapat Pengimbasan Penguatan SIMPEN
SMK Negeri 2 Wonosari menggelar Rapat Pengimbasan Penguatan SIMPEN sebagai langkah strategis dalam mengakselerasi tata kelola sekolah berbasis digital dan meningkatkan mutu layanan pend
SMKN 2 Wonosari Gelar Diseminasi Digitalisasi Sekolah Melalui Aplikasi SIMPEN dan WINASIS
Wonosari – SMK Negeri 2 Wonosari terus berkomitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan efisiensi tata kelola sekolah berbasis digital. Melalui kegiatan diseminasi
SMKN 2 Wonosari Gelar Rapat Diseminasi Sekolah Model PM dan KKA Pagi Ini
WONOSARI – Pagi ini, Kepala SMK Negeri 2 Wonosari memimpin langsung rapat diseminasi program Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)